Tuesday, July 5, 2016

NEW
Wahana antariksa NASA Amerika Serikat berhasil memasuki orbit Planet Jupiter.

Wahana bernama Juno Spacecraft ini diluncurkan pada tahun 2011 dan baru sampai di planet tersebut.

Para ilmuwan mulai melakukan manuver untuk melambatkan laju pesawat.

More

Cerita Juno Masuk Orbit Jupiter

Read More

Biasanya kurma dibawa dari Timur Tengah. Namun, Anda kini bisa mencoba kurma olahan dari Indonesia. Yaitu dari olahan buah salak buatan warga Bangkalan, Jawa Timur

Penduduk setempat mengenalnya dengan nama kurma salak. Penemunya adalah Sania,  warga asal kampung Morkolak Barat, Desa Kramat, Kecamatan Kota Bangkalan.

More

Jangan Hancurkan Kebun Salakmu, Ubah Jadi Kurma

Read More

Tuesday, August 25, 2015



Presiden Joko Widodo menuturkan bahwa melonjaknya harga daging sapi disertai dengan kelangkaan, karena persediaan daging ditimbun atau tidak dikeluarkan oleh sejumlah pihak.

More

Jokowi Sindir Mafia Pangan

Read More

Wednesday, September 10, 2014

Gabungan Peternakan Ayam Nasional (Gapanas) menilai peternak ayam di Indonesia belum siap menghadapi pasar dalam persaingan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) 2015 karena biaya produksi pakan yang tinggi.

"Peternak ayam sangat tidak siap untuk bersaing pada MEA karena biaya pakan tinggi, akhirnya kapasitas peternak mengembangkan usahanya terbatas," kata anggota Gapanas Khalik di Jakarta Timur, Kamis.

Ia menjelaskan, persaingan MEA nanti cukup ketat, apabila pengusaha asing melihat peluang bisnis menjanjikan, maka mereka akan berlomba-lomba menanamkan atau mengembangkan langsung usaha peternakan itu.

"Jika peternak lokal tidak mampu bersaing, maka secara otomatis mereka akan menjadi penonton dan pekerja di perusahaan peternakan asing itu," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini, sebagian besar peternakan ayam lokal gulung tikar karena keterbatasan modal usaha untuk pakan dan perawatan ternak ayam.

"Saat ini, hanya 30 persen saja peternak lokal yang masih bertahan, sementara 70 persen lainnya peternakan ayam dikuasai pengusaha asing," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pemerintah harus mencari solusi untuk menekan biaya produksi ayam ini yaitu menyediakan pakan ternak yang terjangkau.

"Pemerintah harus menekan harga bahan baku pakan ternak yang masih impor dari negara lain, jika ini sudah teratasi maka harga pakan ternak turun dan dengan seperti itu, maka peternak baru bisa bersaing pada MEA 2015," ujarnya.

Menurut dia, potensi peternakan ayam khususnya ayam petelur sangat menjanjikan karena tingkat konsumsi masyarakat terhadap telur yang sangat tinggi.

"Tingkat konsumsi telur yang tinggi ini tentu menjadi peluang bagi pengusaha asing untuk memasarkan produksi telurnya dan peluang pasar yang besar ini tentu mereka dengan mudah mendapatkan keuntungan," ujarnya. (antara)

Gapanas: Peternak Ayam Belum Siap Hadapi MEA

Read More

Friday, August 22, 2014

Front Perjuangan Pemuda Indonesia Kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat meminta agar presiden terpilih memperhatikan sektor ketahanan pangan.

"Kami berharap presiden terpilih dapat memperhatikan dan membangun sektor ketahanan pangan untuk kesejahteraan dan pembangunan bangsa," kata Ketua Komite Daerah FPPI Provinsi Sulbar Nirwansyah di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan, sektor ketahanan pangan harus diperhatikan karena itu akan menentukan kelangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa ini ke depan.

"Ancaman krisis pangan di dunia mesti diantisipasi dan dijawab dengan mempertahankan dan membangun ketahanan pangan agar bangsa yang kaya akan sumber daya alam ini tidak termasuk bangsa yang krisis pangan.

Menurut dia, bangsa ini memiliki kekayaan di sektor pangan seperti padi dan palawija serta komoditi pangan lainnya, yang bisa dikembangkan menjadi kekuatan pangan negara.

"Jangan sampai bangsa ini tergantung pada pangan dari luar, karena tidak mampu membangun pangan dan tidak adanya proyeksi dari pemerintah untuk mempertahankan ketahanan pangannya sendiri," katanya.

Karena itu, menurut dia, pemerintah pun diharapkan memberikan bantuan pupuk dan benih unggul agar petani dapat berproduksi dengan baik.

"Jangan sampai sejumlah komoditi pertanian diimpor. Kalau itu terjadi maka pemerintah gagal membangun kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia berharap petani tidak lagi kesulitan meningkatkan produksinya, pemerintah harus prorakyat dengan menjamin seluruh kebutuhan petani dalam memacu produksinya.

Ia mengatakan, FPPI di Sulbar akan tetap bersikap kritis terhadap pemerintah baru yang terpilih di negara ini.

"Sesuai amanat Kongres Nasional FPPI di Makassar pada 14-17 Agustus 2014 di Kota Makassar, FPPI akan tetap bersikap kritis kepada pemerintah apabila ada kebijakan yang dianggap tidak pro terhadap kepentingan masyarakat secara luas kemudian justru menghambat kemajuan pembangunan bangsa," katanya. (antara)

FPPI Minta Presiden Terpilih Perhatikan Ketahanan Pangan

Read More

Program intensifikasi akan menjadi pendorong pengembangan kelapa sawit di Provinsi Sulawesi Barat agar produksi dan mutunya mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Provinsi Sulawesi (Sulbar) Ir Supriatno di Mamuju, Jumat, mengatakan, pemerintah di Sulbar akan fokus melaksanakan program intensifikasi kelapa sawit agar produksi dan mutunya mengalami peningkatan.

Ia mengatakan, tanpa intensifikasi akan sulit mengembangkan perkebunan sawit apalagi seringkali mengalami kelangkaan pupuk di lapangan.

Menurut dia, intensifikasi merupakan program yang akan menjawab segala permasalahan petani sehingga akan segera disusun langkah intensifikasi pengembangan sawit di daerah Sulbar seperti di kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara.

"Sulbar adalah salah satu penghasil kelapa sawit kedua terbesar di kawasan timur Indonesia, sehingga sawit akan terus diperhatikan pemerintah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Gubernur Sulbar Anwar Adnam Saleh sebelumnya mengatakan, potensi kelapa sawit Sulbar menempati urutan kedua di KTI (kawasan timur Indonesia), dengan luas lahan 72.506 hektar menghasilkan 226.178 ton.

Ia mengatakan, komoditas kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Utara (Matra) menjadi daerah penghasil terbesar kelapa sawit di Sulbar dengan produksi sebanyak 109.570 ton per tahun.

"Pada 2008, Matra menghasilkan sawit sebanyak 109.570 ton dari luas areal pengelolaan 29.982 hektare dan di prediksi pada 2010 akan mengalami peningkatan," katanya.

Menurut dia, kelapa sawit memberi kontribusi positif sehingga berdampak pada terbukanya akses lapangan kerja alternatif bagi masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian di daerah.

Intensifikasi Pendorong Pengembangan Sawit Sulbar

Read More

Wednesday, August 20, 2014

Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, menyimpulkan peristiwa kebakaran PT Darmex Oil Plant yang menewaskan seorang pegawainya pada Selasa (19/8) malam dipicu kebocoran tanki minyak.

"Setelah Tim Identifikasi dari Polresta Bekasi Kota melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), disimpulkan bahwa ada kebocoran tanki minyak bahan bakar produksi," kata Kasi Humas Polsek Bekasi Utara, Ipda Al Kauri, di Bekasi, Rabu.

Menurut dia, korban yang diketahui bernama Haryono (24) warga Gang Baru, Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara tengah melakukan pengecekan persediaan minyak bio solar di tanki persediaan bahan bakar produksi.

Namun, karena terjadi kebocoran pada salah satu sisi tanki. maka langsung terjadi ledakan dan membuat korban sempat terpental sejauh 10 meter dari lokasi ledakan.

Menurut Kauri, korban ditemukan tergeletak di bagian samping tangki yang terbakar dengan kondisi sekarat.

"Korban tewas akibat luka bakar yang cukup parah. Dia tewas dalam perjalanan ke RSUD Kota Bekasi saat akan dirawat," katanya.
Menurutnya, kepolisian hingga kini masih meminta keterangan dari sejumlah pengelola dan karyawan dari produsen minyak sawit yang beralamat di jalan Lingkar Utara, Kelurahan Kali Abang, Bekasi Utara, itu untuk pengembangan kasus lebih lanjut.

Diberitakan sebelumnya, sebuah tabung bahan bakar mesin produksi milik PT Darmex Oil Plant meledak dan terbakar pada Selasa (19/8) malam sekira pukul 22.30 WIB.

Ledakan tersebut sempat mengejutkan warga sekitar karena suaranya yang keras hingga terjadi kebakaran.

Pemadam Kebakaran Kota Bekasi menerjunkan empat unit mobil pemadam untuk menjinakan api hingga akhirnya pada pada Rabu dini hari.

Ledakan Pabrik Kelapa Sawit Dipicu Kebocoran Tanki

Read More

Copyright © 2014 BERITA PERTANIAN | Designed With By Blogger Templates | Distributed By Gooyaabi Templates
Scroll To Top